Pages

Minggu, 01 Juli 2007

belajar bahasa jawa.... ^_^

Bahasa Jawa dituturkan oleh lebih dari 60 juta penduduk Indonesia (termasuk di Suriname, Kaledonia Baru, Malaysia, Singapura dan lain sebagainya). Terbagi dalam macam-macam dialek dan logat yang tergantung wilayahnya. (Bagi yang lancar bahasa Jawa boleh dibaca boleh tidak..heheheh)Selain dialek daerah, dikenal juga yang namanya dialek sosial yang garis besarnya sebagai berikut :a. Ngoko (Kasar) : dituturkan kepada rekan (rakan) sebaya, orang lebih tua kepada yang lebih muda, orang yang statusnya lebih tinggi kepada bawahannya.b. Madyo (menengah) : peralihan antara Ngoko dan Kromo.c. Kromo (Halus) : dipergunakan kepada orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati. Varian lebih tingginya adalah Kromo Inggil, Bagongan dan Kedaton (bahasa Kraton).Nah, kita masuk saja pada sistem pengucapannya. Bahasa Jawa mempunyai sistem bunyi sebagai berikut :

Huruf Hidup (Vokal)“a” dibaca seperti biasa pada bahasa Indonesia/Melayu“a” atau “o” dibaca seperti mengeja “o” pada kata “bola” misalnya joko, nggowo (membawa)“i” dibaca seperti biasa pada bahasa Indonesia. Namun jika ada dua “i” seperti kata pithik (ayam), dalam bahasa Jawa baku huruf “i” yang kedua akan terbaca seperti “e” pada kata becak (pi:the’). Namun di dialek Banyumasan dan Jawa Timuran kesemuanya terbaca seperti “e” (pe:the’)“u” dibaca seperti biasa, namun dalam bahasa Jawa Baku, jika ada dua “u”, seperti mudhun (turun) akan terbaca (mu:dhon) dengan “o” seperti bosan, namun di Jawa Timur dan Banyumas terbaca seperti “o” pada bosan semuanya (mo:dhon).“e” terbagi menjadi tiga macam, yaknia. terbaca seperti peniti , contoh sepi, meri (anak itik)b. terbaca seperti ekonomi , contoh édhan (gila), wage, tempec. terbaca seperti merah, contoh gèthèk (rakit bambu)“o” terbaca seperti ijo .

Huruf Mati (Konsonan)Huruf tertentu seperti b, d, g, j mengalami penekanan sehingga terdengar seperti bh, dh, gh, jh dan diawal kata terdengar seperti mb, nd, ngg, nj contoh :Bogor dilafalkan mbogorGanyang dilafalkan ngganyangDemak dibaca ndema’Jawa, kadang dibaca njowoKemudian huruf k pada akhir kalimat terbaca seperti apostrof atau koma ‘ain…sepertiMasak dibaca masa’Bebek dibaca bebe’Nyemak (menyimak) dibaca nyema’Nyamuk dibaca nyamu

Menyambung yang sebelumnya, saya mulai saja pemahaman bahasa Jawa bagi yang berminat mendalaminya…berikut ini saya berikan ungkapan dasar yang saya dasarkan pada 3 dialek, yakni 2 dialek sosial (Ngoko dan Kromo), serta dialek Jawa Timuran. Kode (N) adalah Ngoko, (K) adalah Kromo dan (JT) adalah Jawa Timuran berikut cara bacanya..

Pengucapan salam
Sugeng Enjang (su:gh?? enjhA:?) = selamat pagi
Sugeng siang (su:gh?? si:yA?) = selamat siang
Sugeng sonten (su:gh?? sont?n) = selamat sore
Sugeng Ndalu (su:gh?? ndhA:lu: ) = selamat malam
Sugeng tindhak (su:gh?? ti:ndhA:?) = selamat jalan
Sugeng Makaryo (su:gh?? ma:karyò) = selamat bekerja
Sugeng Rawuh (su:gh?? ra:woh) = selamat datang

Ungkapan dasariyo (N & JT),
Inggih(K) (i: ?g?h) = ya
Ora (N), Gak (JT), Mboten (K) = tidak
Dhurung(N) (dhu:ro?); Gurung(JT) (gho:ro?), dhereng(K) = belum
Wis (N & JT) ; Sampun (K) = sudah
Piye kabare? (N); Yok opo kabare? (JT); Dhos pundhi kabaripun? (K) = apa kabar?
Apik (N & JT), sae kemawon (K) = baik-baik sajaAmit (N & JT),
nuwun sewu (K) = permisi (melewati seseorang)Kulo nuwun = permisi (ketika bertamu ke rumah seseorang)
Jenengku…..(N); Aranku…(JT); nami kulo….(K) = nama saya…….
Aku seko….(N); Aku teko’….(JT); kulo saking…. (k) = saya dari……
Monggo = silahkan
Piro? (N & JT); pinten? (K) = berapa?
Sopo? (N & JT); sinten? (K) = siapa?
Opo? (N & JT); menopo? (K) = apa?
Kepriye? (N); Yok opo? (JT); Dhos pundhi?/Pripun? (K) = bagaimana?
Endhi? (N & JT); Pundhi? (K) = mana?
Kapan? = kapan?/bila?
Aku tresno marang sliramu = aku mencintaimu…

perhitungan dalam bahasa jawa dalam bentuk Ngoko (N) dan Kromo (K)

1 = siji (N); setunggal (K)
2 = loro (N); kalih (K)
3 = telu (N); tigo (K)
4 = papat (N); sekawan (K)
5 = limo (N); gangsal (K)
6 = nem (N & K)
7 = pitu (N & K)
8 = wolu (N & K)
9 = songo (N & K)
10 = sepuluh (N); sedhoso (K)
11 = sewelas (N); setunggal welas (K)
12 = rolas (N); kalih welas (K)
13 = telulas (N); tigo welas (K)
14 = patwelas (N); sekawan welas (K)
15 = limolas (N); gangsal welas (K)
20 = rong puluh (N); kalih dhoso (K)
21 = selikur (N & K)
22 = rolikur (N); kalih likur (K)
25 = selawe (N); selangkung (K)
30 = telung puluh (N); tigang dhoso (K)
50 = seket (N & K)100 = satus (N & K)
1000 = sewu (N); setunggal ewu (K)
10000 = sepuluh ewu (N); sedhoso ewu (K)
1000000 = sayuto (N & K )

1 komentar:

Aremania mengatakan...

Contoh pelafalan huruf Vokal "a" dengan kata "joko" bukan pelafalan "o" pada Kata "bola" dimana sama dengan "o" pada kata "kotak"............ Tapi "o" pada "joko" sama dengan pelafalan "o" pada "suharto"...

kalih kata "saya dari..." bukan "kulo seko"... tapi "kulo soko..."

mekaten menawi klentu... monggo dhipun leresaken..